Showing posts with label Pictures. Show all posts
Showing posts with label Pictures. Show all posts

Pameran otomotif Jenewa 2010: Desain & Konsep

Dimuat di "KoKi, Kolom Kita", Senin, 8 Maret 2010.
http://kolomkita.detik.com/baca/artikel/2/1402/pameran_otomotif_jenewa_2010_desain__konsep


Duluuuu sekali, saya paling suka buka majalah otomotif untuk melihat desain mobil terbaru. Sekalipun bukan pengamat mobil yang setia dan bukan ahli dalam bidang otomotif, menurut saya, ciri khas suatu mobil terlihat dari bentuk dan desainnya. Saya paling suka model mobil alla Batman dari Mercedez Benz
jadul, Jaguar yang berkesan sangat maskulin dan terutama Volkswagen Beetle yang imut-imut (jadi ingat masa kecil, tugas rutin dorong VW putih sekeluarga, ha ha ha...). Saat itu, rasanya dari jauh kita dapat dengan mudah mengenali jenis dan merk mobil tertentu.


Namun, sejak memasuki abad ke 21, saya jadi malas mengikuti perkembangan desain mobil. Semuanya dapat dikatakan mirip, hampir sama, looks alike. Dari jauh saya tidak mampu membedakan, apakah mobil tersebut Toyota, atau BMW atau Mercedes atau Hyundai? Krisis ekonomi global serta selera yang ikutan mengglobal, menyamarkan ciri khas jenis mobil. Masing-masing pabrik mobil bersaing membuat model terbaru yang kurang lebih mirip satu dengan lainnya. Bentuk dan desain yang hampir identik, membuat saya merasa hidup di dunia yang monochrome.


Sudah hampir 10 tahun PM suamiku ngarit di Pameran Otomotif Jenewa. Selama itu juga saya tidak pernah merasakan getaran penasaran tentang situasi dan kondisi dalam pameran otomotif akbar tersebut. Tapi pada tahun 2010 ini, PM berhasil membujukku untuk menikmati sesuatu yang menyegarkan mata. Sekalipun saya samasekali bukan seorang pembeli mobil yang setia, tapi desain dan konsep suatu mobil merupakan hal yang bisa membuat mata saya berbinar ria menikmati keindahan dunia polychrome.


Dear Kokiers, maafkan saya karena tidak bisa mengupas satu persatu jenis mobil yang ada di Palexpo Geneva. Selain bukan seorang ahli, saya juga sudah keblenger melihat berbagai macam jenis mobil. Bagaimana kalau kita nikmati saja bersama-sama keindahan polychrome dunia pemobilan, setuju?


Save my feet, please!


Arita - CH

Alfa Romeo Bertone Pandion Concept, Italy.

Aston Martin Cygnet, UK.


Aston Martin Rapide, UK.



 

Aston Martin Tailored, UK.

Audi R8 5.2 quattro, Germany.

Bentley GTC série 51, UK.

Mercedes SLS AMG, Germany.

Bugatti Veyron Grand Sport Grey Carbon, France.

Bugatti Veyron Royal Dark Blue, France.
Corvette, US.

Mercedes by FAB Design, Switzerland.

Gumpert Apollo, Germany.

Gumpert Apollo, Germany.

Hispano-Suiza Granturismo, Spain.

Koenigsegg CCXR, Sweden. At $.2 Million!

Lamborghini Superleggera, Italy.



LEXUS LFA, Japan. A new breed of LEXUS.


Pagani Zonda Cinque Roadster, Italy.


Pagani Zonda Tricolore, Italy.



Rolls-Royce Ghost by Mansory, UK.



Vredestein, Dutch.



Zagato Perana Z-One, Italia.






Danau Superiore, Pegunungan Alpen

Di tayangkan di KoKi Kolom Kita, Jumat, 16 Oktober 2009 
http://www.koki-kolomkita.com/baca/artikel/14/902/danau_superiore_pegunungan_alpen 

Seperti musim panas yang telah lewat, musim panas 2009 sama panasnya dan sama gerahnya. Bau lembab di tengah kota serta “serangan” turis dari pojok-pojok Eropa ke Ticino, membuat kami bergegas mempersiapkan diri untuk bersembunyi dalam keheningan alam di atas sana, mencoba mencari matahari sejuk di pegunungan Alpen, tepatnya di lembah Sambuco, dengan ketinggian 2311 m. 

Di musim panas bulan Agustus, pada ketinggian diatas 2000 m, bongkahan salju masih mampu bertahta, sekalipun sebagian daerah kekuasaan sudah menghijau dijarah oleh matahari. Berpose dengan celana pendek dan beralaskan dataran salju, membuat klik foto berpijar, flash flish flosh... Puas dengan klak klik kamera serta cuci mata, Matt, anak lelaki saya, mulai melakukan pemanasan dengan memancing di danau Narèt. Namun tak lama kemudian, para pemancing lainnya mulai berdatangan, dan akhirnya danau ini menjadi penuh dengan pemancing yang berlomba mencari sekail ikan. Sesuai dengan tujuan awal, bersembunyi di dalam alam bebas, maka kami pun kabur, mencari lokasi strategis untuk mendirikan tenda jauh dari kerumunan orang banyak. 

Lembah Sambuco yang diperkaya dengan danau-danau, memberikan banyak pilihan untuk bersembunyi dari keramaian, kamipun turun beberapa meter dari puncak gunung dan memilih berhenti di ketinggian 2128 m, dan menetapkan danau Superiore (“Lag da sura”) sebagai pilihan yang tepat. Memiliki dataran yang lumayan berumput, dekat dengan sungai kecil yang menghubungkan antara danau Superiore (“Lag da sura”) dan danau Sassolo (“Lag bass”), sebagai rumah sementara selama beberapa hari. 


Hoppp... tenda pun dibuka, tepat di pinggir atas “kamar mandi”. Kamar mandi tak beratap, namun penuh dengan sumber air dan tentu saja aliran air yang cukup deras, yang mampu menyapu bersih segala kotoran, baik yang menempel di tubuh, maupun kotoran yang keluar dari dalam tubuh... 



Beberapa jam kemudian, kami mulai melihat tanda-tanda kegagalan dari usaha sembunyi kami, beberapa turis datang melakukan aktivitas selam di danau yang kini menjadi “daerah jajahan” kami. Setelah bla, bla, bla dengan mereka, kamipun berani bernafas lega, karena mereka hanya tertarik dengan dunia bawah air, lalu pulang kembali ke kamar hotel, dengan fasilitas kamar mandi beratap, bernafaskan peradaban moderen. 


Puas dengan lokasi jajahan, di tambah seruput kopi panas menghangatkan perut, kamipun mulai beraksi. Kugelar tikar mempersiapkan acara leyeh-leyeh baca buku disambung tidur siang, sedangkan Matt dan PM sibuk dengan pancingan serta buku petunjuk akan jenis ikan yang boleh dipancing. Kegiatan pancing memancing di Swiss lumayan penuh dengan aturan. Untuk memancing di tempat dengan ketinggian diatas 1000 m dibutuhkan ijin khusus memancing, dan hasil pancingan dibatasi hanya 12 ekor ikan per hari, serta jenis dan ukuran panjang ikan juga ditentukan minimum 23 cm (untuk ikan jenis Trout). 
Sudah beberapa jam, kulihat Matt hanya mendapatkan ikan berukuran kecil, sedangkan ikan berukuran besar tampaknya sedang menikmati acara tidur siang (tampaknya meniru kebiasaan manusia, dimana anak kecil memang paling senang kabur dari acara tidur siang hi hi hi ...). Posisi berdiri Matt mulai bergeser menjadi setengah berbaring, sambil melamunkan hasil tangkapan kelak, atau entah apa yang dilamunkan anak remaja tersebut hanya Tuhan dan Matt sendiri yang tahu, bentuk lamunan di depan air dingin berisikan ikan Trout dan ikan berjenis Salmonidae. 


Sang kala di tengah alam bebas tampaknya berdetak lebih cepat daripada di tengah kota. Perut yang berkriuk-kriuk keras menandakan hampir saatnya makan malam. Cuaca terang benderang yang sangat cerah seolah baru jam 3 sore, tampaknya mengkhianati ketepatan arloji dimana jarum pendeknya menunjuk ke angka 6. Ahhh! Harus bikin tungku api sekarang, karena untuk membuat api dengan kayu bakar bisa membutuhkan 2 jam hingga bara api siap untuk memanggang. Untuk kemping di atas gunung berbatu yang pelit pohon besar dibutuhkan persiapan matang, yang diantaranya adalah membawa kayu bakar sendiri dari rumah, kalau tidak mau gigit jari kelabakan cari kayu bakar di tengah dataran bebatuan dengan ketinggian pohon maksimum 30 cm. 
Dengan menggunakan tumpukan batu-batu gunung yang ada disekitar danau, maka dapur alla Mr. Flinstone pun mulai dibuat, dan acara tiup-tiup api pun kuhembuskan agar kayu-kayu yang sudah kami persiapkan dari rumah, segera terbakar habis. 

Menjelang pukul 8 malam, dari kejauhan terdengar dentang denting lonceng glang gling glung bergaung bersahut-sahutan. Tampak barisan memanjang binatang berkaki empat mendekat perlahan-lahan. Tak lama kemudian terlihat jelas, pasukan kambing menatap dan semakin menuju ke arah kami. Ada kurang lebih ratusan kambing menghampiri, berjalan menuju tenda, seakan tenda kami dirikan di jalur bebas hambatan pasukan kambing tersebut. Sempat ketar-ketir diserbu ratusan kambing, tengok kiri tengok kanan, tidak ada terlihat batang hidung pak gembala, yang ada hanya sang komandan, seekor kambing jantan berbulu hitam memimpin pasukannya dengan embikan keras disambut dentang-dentang kalung lonceng kecil yang tergantung di seluruh pasukan kambing yang berjumlah ratusan. 



Pasukan kambing tersebut sempat mengendus tenda kami, namun untunglah tenda kami berbau plastik, sehingga mereka hanya mencabik rumput-rumput di sekitar tenda lalu meneruskan perjalanan, menyeberangi titian sungai kecil, kamar mandi tak beratap kami, lalu mendaki gunung meneruskan perjalanan mereka pulang ke kandang yang entah terletak dimana. Sangat mengagumkan melihat kemampuan kaki-kaki mereka yang mencengkeram erat, berjalan di lereng gunung bebatuan curam, tanpa perlu tengok kiri tengok kanan. Sejenak sempat diriku merasa iri dengan kambing, namun akhirnya aku bahagia menjadi manusia, karena aku bisa menulis, mana bisa kambing menulis??? 




Hari – hari di gunung, kami habiskan dengan berbagai kegiatan, seperti memancing, baca buku, hiking mengelilingi danau Narèt dan sekitarnya, lalu turun kebawah mencari susu segar dan keju, dan ber-barbeque ria (ini favorite ku, yeaaa!). Di malam hari, belajar ilmu perbintangan, mencari ikat pinggang Orion ataupun membaca masa depan cuaca, meyakinkan diri kalau besok tidak akan ada hujan yang mampir bertamu, mengusir kami kembali ke peradaban moderen...argh! 





Arita - CH

Karungut Foto

06.04.2008.

Banyak berfikir, kening banyak berkerut, mungkin lebih baik kita berkarungut.
Bukan aku pandai mengarang, ku hanya ingin mengusir si bimbang.

Dengan bendera yang berkibar, kususuri sungai yang lebar.
Mengajak kami bermalam, dipinggir sungai Tumbang Samba yang dalam.
Dini hari ayam berkokok, kami menaiki perahu kelotok.
Dengan kantuk yang belum pergi, tetap menyambut matahari pagi.
Perahu melaju mengalir, sang anak kecil menatap riak air. Semilir-semilir, angin mendesir-desir.
Tiba di Tumbang Manggu, berdiri betang Bintang Patendu.
Tampak hejan terpaku, kunaiki tanpa ragu.
Memasuki balai Karungut, tampak terurut, perlengkapan alat musik untuk mangarungut.
Perut mulai bergoyang tanda belum makan, kumasuki ruang dapur mencari sesuatu untuk ditelan
Memasuki betang kedua, hati mulai nelangsa, dapur masih berbentuk kerangka
Waktu berlalu perjalanan harus berlanjut, sekalipun cerita belum lengkap terajut .
Pak Syaer Sua turun mengantar, kami harus meneruskan pekerjaan yang terlantar
Kembali ke tengah sungai, bertemu mereka yang gigih menjala.
Kuat menjala kehidupan, demi meneruskan masa depan.
Senja turun menyapa, tanda malam telah tiba.
Menutup hari, menutup kisah cerita.

Apabila ada salah dendangku, minta ampun saja beribu-ribu,
jangan tertinggal, terima dulu terima kasihku.

Arita-CH

Snow Drive with Mercedes-Benz

Snow Drive with Mercedes-Benz
22.11.2008.
The Devils of Les Diablerets (Part 2)

Menurut ramalan cuaca, setelah puas mengangon sapi di atas gunung pada musim panas, kini tiba saatnya untuk menurunkan sapi-sapi ke bagian bawah lembah. Angin dan arus dingin yang berhembus, mulai menurunkan bintik-bintik salju, menghempas pohon-pohon yang bergeming ditinggal daun-daun berguguran. Warna alam berubah menjadi terang benderang, asyik bercengkrama dengan si putih salju. Aspal jalanan yang berwarna abu mengeras, terlihat melembut terselimuti lapisan es yang semakin hari semakin menebal.

Namun kelembutan yang terlihat pada kasat mata, tidaklah selalu selembut pandangan mata saat kita bersentuhan secara fisik. Kelembutan yang putih bisa menjadi sumber bahaya, kelembutan yang mengeras dengan titik beku dibawah nol sering menawarkan risiko kecelakaan yang berakhir dengan kematian.

Kesenangan dalam/akan kehidupan serta kematian, menjadi acuan yang layak dipelajari oleh siapapun, termasuk mereka yang bergerak di sektor otomotif. Cuaca yang tak setia dengan pilihannya sering membuat manusia kesal dan bahagia, menangis dan tertawa. Kadang sang cuaca bernyanyi manis dengan matahari yang selalu bangga dan dermawan membagi-bagikan sinar panas secara gratis tanpa bayaran ataupun tambahan pajak, namun sering juga sang cuaca berselingkuh dengan hujan es dan badai salju, yang juga turut dermawan menggelegar keras menghentak hingga melongsorkan “secuil” bagian lembah di tengah jalan raya.

Situasi cuaca yang sering kritis, karena cuaca buruk dapat muncul begitu saja, datang tak diundang, pergi tak diantar, menjadi salah satu alasan bagi perusahaan otomotif Mercedes-Benz di Swiss untuk melakukan acara Snow Drive bagi para pemilik mobil Mercedes-Benz. Program “Alpines Training” memberikan tawaran ekslusif, dengan segala jenis tantangan berkendara berbagai jenis kelas mobil, dan mengundang klien Mercedes-Benz untuk berpartisipasi secara gratis/cuma-cuma. Suatu program pengenalan sistim elektronik, termasuk ABS (anti-lock braking system) dan ESP (Electronic Stability Program), serta kesempatan untuk mempelajari lebih dalam lagi akan keuntungan-keuntungan yang didapat pada mobil-mobil yang diproduksi oleh Mercedes-Benz. Point tambah dari program ini adalah diadakannya kesempatan untuk menguji kekhususan dari berbagai mode pelatihan didalam kondisi nyata, secara bertahap menghadapi tantangan demi tantangan dengan tenang dan percaya diri.

Dalam program ini, klien diberikan kesempatan untuk menguji berbagai jenis tipe/kelas dari mobil Mercedes-Benz, yaitu kelas:
A, B, C, CL, CLC, CLK, CLS, E, G, GL, M, R, S, SL, SLK.

Welcome to Les Diablerets

Program Alpine Training yang diadakan di Les Diablerets, tepatnya di Col de la Croix pada ketinggian 1750 m, adalah satu-satunya program simulasi yang dilakukan dengan kondisi keadaan yang real/nyata, pada jalanan umum yang menanjak, dan berliku-liku. Suatu program simulasi yang digelar untuk menghadapi keadaan jalanan yang sesungguhnya, sehingga dapat memberikan hasil yang optimal dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Ada empat tahap/pos yang didirikan untuk menguji kendaraan:
  • Pos 1: Starter dan manuver mobil, slalom test. Dilakukan pada ketinggian 1100 m.
  • Pos 2: Stabilitas dan sistim rem mobil.
  • Pos 3: Penggunaan sistim 4 Matic.
  • Pos 4: Khusus untuk kendaraan berpenggerak ganda disegala medan di jalanan bersalju. Dilakukan pada ketinggian 1750 m.

Para instruktur dan para peserta program.

Para instruktur dan para peserta program.

UNIMOG ("UNIversal-MOtor-Gerät")

UNIMOG ("UNIversal-MOtor-Gerät"), dengan sistim mesin hidrolik bertransmisi 27 (speed transmission), mempunyai 4 rantai penggerak. Unimog berfungsi untuk membelah salju dan meratakan jalan dari pecahan salju yang terbelah.



START menuju pos pertama.

START. Menuju pos pertama...

CLS 500 (harga mulai dari CHF 86 100.-).

CLS 500 (harga mulai dari CHF 86 100.-).

CLS 500 (harga mulai dari CHF 86 100.-).

CLK 350 Cabriolet (harga mulai dari CHF 70 200.-).

CLK 350 Cabriolet (harga mulai dari CHF 70 200.-).

E 280 CDI, slalom test (harga mulai dari CHF 83 900.-).

E 280 CDI (harga mulai dari CHF 83 900.-). Slalom test.

-------------------------------------------------------------------------------------------

POS 4. Khusus untuk kendaraan berpenggerak ganda disegala medan di jalanan bersalju. (Ketinggian 1750 m).

G 400 CDI berpenggerak ganda, menuju pos ke 4.

G 400 CDI berpenggerak ganda, menuju pos ke 4.

ML 350 (harga mulai dari CHF 83 900.-)

ML 350 (harga mulai dari CHF 83 900.-)

ML 500 (harga mulai dari CHF 104 554.-)

ML 500 (harga mulai dari CHF 104 554.-)

G 400 CDI (harga mulai dari CHF 106 300.-)

G 400 CDI (harga mulai dari CHF 106 300.-)

Pos ke 4. Uji coba kendaraan berpenggerak ganda pada medan berat bersalju. (Ketinggian 1750 m).

Pos ke 4. Uji coba kendaraan berpenggerak ganda pada medan berat bersalju. (Ketinggian 1750 m).

Pergantian pos.

Pergantian pos.

Pos ke 1: Starter dan manuver mobil/slalom (ketinggian 1100 m).

Pos ke 1: Starter dan manuver mobil/slalom (ketinggian 1100 m).

Slalom test.

Slalom test.

Kembali ke hotel.

Kembali ke hotel.

Acara selanjutnya, makan malam bersama. It’s raclete’s time!
Selamat makan...!

Note: Program ini juga terbuka untuk umum. Formulir pendaftaran uji coba mobil, bisa didapatkan pada website Mercedes-Benz Swiss, dengan biaya CHF 500.- per orang.

(http://www.mercedes-benz.ch/content/switzerland/mpc/mpc_switzerland_we_events.0002.html)
Arita - CH